Menjadi seorang istri dan ibu muda diusia sekarang...pasti jadi kebanggaan tersendiri. Dan ga bisa dipungkiri, aku juga ngerasain itu. Bahkan, tak jarang teman-teman bilang iri dengan kehidupan rumah tangga ku yang terlihat selalu harmonis..selalu "terlihat" mesra. Ya, wajar ajaaa....toh pernikahan aku dan suami baru masuk di tahun ke 3. Malahan, ini masih termasuk tahun2 terberat kami.
![]() |
| 4 Desember 2009 |
Mungkin, semua orang tak tau perjuangan kami. Jatuh bangunnya kami bersama...apalagi setelah ada si kecil. Memang hidup ini sudah dirasa lengkap, memiliki orang-orang tersayang. Selama ini,aku selalu bersyukur dan cukup merasa bangga memiliki keluarga kecil yang bahagia, yang kadang buat iri temen2...Sampai minggu lalu ada sebuah pertemuan yang membuat berfikir, kalau perjalanan kami masih panjaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali....dan butuh kekuatan dan kekompakan untuk menjaga terus sampai "berlabuh". :))
Minggu lalu, saat kembali dari istirahat makan siang, pas masuk ke dalam rumah sakit tempat aku bekerja, aku ketemu dengan seorang wanita yang sangat familiar sekali wajahnya, tapi lupa dia itu siapa. Dan, dia pun menegur dengan ramah...aku yakin aku cukup akrab dengan mbak imut ini.. (dan sampai skrg aku lupa nama nya), karena sudah saling menyapa hingga ber cupika cupiki...kami saling berbasa basi menanyakan kabar. cengar cengir sambil mengingat-ingat. Ternyata, begitu juga si mbak imut ini,, dia menyentuh idcard aku sambil bilang "siapa sih namanya, mbak lupa. oh mirda..iyaaa" aku masih cengar cengir. dan akhirnya berhasil mengingatnya,, ternyata mbak imut ini adalah kapster salon langganan aku dulu, yang sekarang mbak imut ini juga udah punya salon sendiri di wilayah lain.tak lama dia bertanya "anak udah berapa mirda?" "baru satu mbak..." karena dia bertanya begitu, aku jadi meluncurkan pertanyaan yang sama.."mbak anaknya udah berapa?udah nambah lg kah?" karena pas waktu sering nyalon dulu, sekitar 3 tahun lalu, dia baru melahirkan anak pertama nya, setelah hampir delapan tahun menikah. Dan waktu itu, dia selalu cerita betapa bahagia nya dia dan suami akhirnya berhasil mendapatkan anak setelah lama menikah dan keharmonisan keluarga kecilnya. daaannn...jawabannya sangat mengagetkan aku..."huuu, manaa mau nambah anak...ni barusan mbak abis ketok palu cerai di pengadilan". JLEEEEEEEEEEEEEEB. speachless. Aku yang akhirnya kikuk harus gimana cuma bilang, "waaa, maaf ya mbak.. goodluck ya buat kedepannya" dia tersenyum pahit. :(
Setelah pertemuan itu, aku cerita juga dengan si ayah.. kalo perjalanan kita masih panjang...dan kita harus bisa sama-sama ngelewatinnya walau keadaan sesulit apapun...seperti janji di awal untuk memutuskan hidup bersama dulu...
Bisa kah kami? Pasti bisa..Harus bisa.doakan bisa....:')


